• Beranda

Kuliner Aisyah

  • Beranda
Home » Kuliner Indonesia » Kuliner Khas Indonesia » Makanan Khas Indonesia » Masakan dan Makanan Tradisional » Tips Makanan » Meroketnya Jajanan Tradisional Serabi
Selasa, 05 Maret 2019

Meroketnya Jajanan Tradisional Serabi

Yanuar Firmansyah
Selasa, 05 Maret 2019
add comment

Indonesia merupakan negara kepulauan yang didalam pulau-pulaunya terdapat beberapa daerah atau kota. Tentunya antara satu daerah dengan daerah lainnya memiliki kebudayaan sendiri-sendiri. Salah satu yang merupakan kebudayaan tersebut adalah kuliner tradisional. 

Jika membicarakan jajanan tradisional, maka yang ada dipikirkan kita adalah jajanan yang cara pembuatan dilakukan secara tradisional dan bahan pembuatannya berasal dari bahan alami. Selain hal tersebut jajanan tradisional juga memiliki pengertian yaitu jenis olahan makanan daerah setempat dan menjadi makanan khas suatu daerah. Salah satu jajanan tradisional yang tidak asing ditelinga masyarakat adalah serabi.


Jajanan serabi banyak dijumpai di daerah Jawa khususnya Bandung dan Solo. Hal ini terbukti dari nama serabi yang berasal dari bahasa sunda yang berarti “Sura” yang berarti besar. Serabi atau surabi telah menjadi jajanan populer sejak tahun 1923 silam. 

Surabi memiliki bentuk yang mirip seperti pancake makanan khas Timur Eropa, namun bentuknya lebih kecil dan tebal. Serabi umumnya terbuat dari tepung beras atau terigu, dan cara pembuatannya sampai saat ini tergolong tradisional karena proses pemasakannya dengan cara dipanggang pada tungku tanah liat. Jika pancake disajikan dengan saus dengan berbagai rasa, sama halnya dengan serabi, serabi disajikan dengan saus yang terbuat dari gula jawa dan kuah santan yang sesuai dengan cita rasa nusantara.

Jajanan ini sangat digemari mulai dari kalangan orang tua, orang dewasa hingga anak muda sejak diciptakannya dulu sekitar tahun 1923. Di Jawa Barat, khususnya di kota Bandung awalnya jajanan ini hanya memiliki dua rasa saja yaitu rasa manis yang dituangi dengan saus gula merah dan rasa asin yang ditaburi adonan oncom pedas. Untuk rasa asin dicampur garam sementara untuk yang rasanya manis dicampur dengan gula. Jajanan ini memiliki aroma yang sedap karena proses pemasakannya yang secara tradisional yaitu melalui pembakaran pada tungku.

Jajanan ini tergolong tradisional, namun tak lantas membuat panganan ini terlupakan. padahal di era global ini, makanan western atau junk food mulai merambah ke masyarakat luas dan menjadi populer dikalangan mereka. Namun, karena seiring perkembangan kuliner di Indonesia terutama di kota Bandung yang terkenal dengan kota kreatif di bidang fashion dan kuliner, panganan ini akhirnya naik derajat, bukan hanya menjadi jajanan pasar yang dijual di pinggiran jalan atau di pasar-pasar lagi, melainkan kini panganan ini sudah merambah ke berbagai kafe, restoran bahkan hotel. Semula panganan ini hanya disajikan dengan gula jawa dan santan kelapa, kini telah berganti dengan menambahkan beragam toping seperti keju, fla strawberry, meses coklat, ketan, pisang, sosis, kornet, jamur, es krim dan lain sebagainya. 

Namun ada pula yang ditambahkan aneka warna sehingga terkenal dengan nama surabi rainbow. Bahkan disebuah hotel di Bandung untuk memberikan sensasi yang unik pangan ini diberi toping jengkol, yaitu sejenis kacang-kacangan yang memiliki ciri bau yang khas.

Surabi sangat cocok dijadikan menu kuliner bagi masyarakat, karena selain enak serabi juga mengandung beberapa nutrisi yang diperlukan oleh tubuh seperti:

-    Jumlah Kandungan Energi Kue Serabi = 245 kkal

-    Jumlah Kandungan Protein Kue Serabi = 6 gr

-    Jumlah Kandungan Lemak Kue Serabi = 5 gr

-    Jumlah Kandungan Karbohidrat Kue Serabi = 43,9 gr

-    Jumlah Kandungan Kalsium Kue Serabi = 22 mg

-    Jumlah Kandungan Fosfor Kue Serabi = 20 mg

-    Jumlah Kandungan Zat Besi Kue Serabi = 2,6 mg

-    Jumlah Kandungan Vitamin A Kue Serabi = 0 IU

-    Jumlah Kandungan Vitamin B1 Kue Serabi = 0 mg

-    Jumlah Kandungan Vitamin C Kue Serabi = 0 mg

-    Khasiat / Manfaat Kue Serabi : - (Belum Tersedia) 

-    Huruf Awal Nama Bahan Makanan : K 

(Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya).

Surabi kini telah berevolusi dengan berbagai toping dan tampilan menarik, sehingga dapat meningkatkan nilai jual pangan ini. Baru-baru ini mucul inovasi jajanan surabi yang terkenal dan telah menyebar ke berbagai daerah di seluruh indonesia yaitu Surabi Enhaii yang berasal dari kota Bandung. Meskipun banyak modifikasi serabi yang muncul di kota Bandung, tetapi serabi Enhaii yang paling terkenal. Dengan membawa merek Soerabi Bandung Enhaii, jajanan ini menjadi bisnis waralaba (Franchise) yang telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Medan, Riau, dan daerah lainnya.  (Sumber: indonesiarestoguide.com).

Surabi yang sudah berevolusi dengan berbagai toping dan tampilan menarik yang paling terkenal dan sudah menyebar ke berbagai daerah di seluruh Indonesia adalah Surabi Enhaii asal Bandung. Meskipun banyak sekali kue surabi modifikasi yang bermunculan di Kota Bandung, tapi Surabi Enhaii yang terlihat paling menonjol. Dengan membawa bendera Soerabi Bandung Enhaii, panganan ini menjadi bisnis waralaba yang sudah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Bekasi, Depok, Riau, Palembang, Medan dan beberapa daerah lainnya.

Saat ini penyebaran surabi tidak hanya di wilayah indonesia saja, melainkan sudah merebah sampai ke luar negeri. Dilansir dari situs berita online, tercatat  di Berlin, Jerman terdapat sebuah kedai bernama Warung Surabi. Pemilik kedai ini adalah Thomas Hartwig, dia merupakan seorang koki yang sudah beberapa kali ke Bandung, dan kini ia sukses membuka bisnis surabi. Dia memodifikasi tampilan jajanan tersebut dengan toping keju, bebek, salmon atau ayam. Dia juga menyediakan campuran tempe, jamur atau ubi, dan berdasarkan berita yang dimuat Thomas mematok harga untuk per buahnya seharga tiga sampai 5 euro atau paling mahal sekitar Rp. 70.000 (sumber: viva.co.id).

Pemaparan di atas membuktikan bahwa dahulu serabi yang dianggap makanan kelas bawah, kini dapat meroket dan berevolusi menjadi jajanan yang bergengsi dan bernilai jual tinggi dan bahkan telah merambah menjadi bisnis warabala yang menguntunkan, dan ini telah dibuktikan dengan banyaknya bisnis warabala di beberapa daerah. 

Selain itu masyarakat tetap dapat melestarikan kebudayaan yang salah satunya dalam bidang kuliner. Berbisnis dengan cara memodifikasi suatu jajanan tradisional sesuai kreatifitas masing-masing, merupakan salah satu solusi yang tepat, dan tentunya mendatangkan keuntungan untuk para wirausahawan, selain itu juga dapat menjadi ajang untuk memperkenalkan makanan tradisional Indonesia di kancah Internasional. 

Mengingat kini masyarakat lebih tertarik dengan jajanan maupun makanan luar ketimbang jajanan atau makanan tradisional. Karena mereka menganggap makanan tradisional tidak menarik bahkan dirasa makanan untuk kelas kebawah. Bukan hanya serabi yang dapat dimodifikasi, melainkan makanan tradisional lainnya seperti martabak, getuk dan sebagainya. 

Dari sini dapat menjadi solusi untuk mengurangi tingkat konsumsi terhadap makanan luar ataupu junk food yang belum tentu terjamin kesehatan dan kehalallannya.

Ayo Berbagi Ilmu, Silahkan bagikan

FacebookGoogle+ Twitter
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Artikel Terbaru

Artikel Terbaru

Sering Dilihat

  • 5 Alasan Kenapa Tetap Memilih Masak Nasi Goreng Pakai Arang
    Di Indonesia, sepertinya tidak ada penduduknya yang tidak tahu apa itu nasi goreng. Menu satu ini memang seringkali disajikan saat sarapan p...
  • Minuman Dan Makanan Khas Bondowoso
    Suka makan enak tapi maunya yang murah? SIapa sih yang tidak mau makan enak dan minum segar dengan harga yang murah. Jangan khawatir, saya a...
  • Ini Dia 7 Masakan Kuliner Khas Lamongan?
    Bila membicaarakan tetang makanan, tentu tak ada habisnya. Karena dari masa ke masa, mulai dari nenek moyang sampai kids jaman now makanan s...
  • Pisang “Karamel”, Bisnis Snack Yang Kriuk!
    Siapa sih yang tidak kenal dengan buah kesayangan monkey ini. Yup, pisang! Si kuning yang mengandung gizi tinggi ini sudah terkenal seantero...
  • 7 Kuliner Khas Kebumen yang Menggoyang Lidah
    Kuliner, saya yakin kita semua tidak asing bahkan sering mendengar kata ini. Istilah kuliner di Indonesia semakin luas penggunaannya, sete...
  • 7 Resep Jajanan Pasar Enak Dan Mudah
    Jajanan pasar adalah makanan tradisional Indonesia yang diperjualbelikan di pasar tradisional. Berbentuk berbagai macam kue yang harganya re...
  • 13 Makanan Unik dan Lezat Dari Bengkulu
    Bengkulu atau yang dikenal dengan bumi Rafflesia adalah kota kecil di pulau Sumatera. Dari sinilah, lahirlah seorang perempuan luar biasa ...
  • Meroketnya Jajanan Tradisional Serabi
    Indonesia merupakan negara kepulauan yang didalam pulau-pulaunya terdapat beberapa daerah atau kota. Tentunya antara satu daerah dengan da...
  • Nostalgia Jajanan Tradisional Untuk Generasi Muda
    Banyaknya jajanan modern yang marak pada masa sekarang ini, membuat generasi pada masa sekarang tidak banyak mengenalnya. Mungkin hanya satu...
  • Sate Telur Gulung, Makanan Nge-hits Yang Bikin Kamu Susah Move On!
    Di zaman yang serba canggih ini kita telah disuguhi teknologi yang dapat memudahkan komunikasi. Dari tempat yang jauh sekalipun dapat kita j...

Arsip Blog

  • 2019 (16)
    • Maret (16)
      • Ini Dia Khasiat Ikan Gabus dan 5 Macam Olahannya
      • 7 Resep Jajanan Pasar Enak Dan Mudah
      • Minuman Dan Makanan Khas Bondowoso
      • Sate Telur Gulung, Makanan Nge-hits Yang Bikin Kam...
      • Pisang “Karamel”, Bisnis Snack Yang Kriuk!
      • Makanan Khas Nasi Pecel Dari Jawa Timur
      • 5 Alasan Kenapa Tetap Memilih Masak Nasi Goreng Pa...
      • 7 Alasan Mengapa turis mancanegara sangat mencinta...
      • Resep Nugget Pisang Yang Menggoda Lidah
      • 7 Kuliner Khas Kebumen yang Menggoyang Lidah
      • Nostalgia Jajanan Tradisional Untuk Generasi Muda
      • Ini Dia 7 Masakan Kuliner Khas Lamongan?
      • 13 Makanan Unik dan Lezat Dari Bengkulu
      • Nasi Goreng Pertama di Bumi
      • Meroketnya Jajanan Tradisional Serabi
      • 3 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Membeli Makanan

INSTAGRAM KAMI

BlogRoll

Like Fans Page Kami

Kategori

  • Kuliner Indonesia
  • Kuliner Khas Indonesia
  • Makanan Khas Indonesia
  • Masakan dan Makanan Tradisional
  • Tips Makanan

Copyright © Kuliner Aisyah - Template by Mas yadi | Powered by Blogger